Mengapa do’a seorang hambanya belum terkabul ?

Tinggalkan komentar

Mengapa do’a seorang hambanya belum terkabul ?

Siang-malam kita selalu berdo’a kepada Allah Swt, baik itu di saat shalat ataupun ketika kita melakukan kegiatan rutinitas. Terkadang banyaknya permintaan kita dalam do’a tersebut membuat kita menjadi malu, karena kita hanya menuntut hak kita, tetapi belum maksimal menjalankan perintah-Nya. Maka sudah sepatutnya kita berdoa & memohon pertolongan, karena Allah Swt adalah sang Khaliq.
Allah berfirman dalam Q.S Al-Mukimin (ayat 60) yang artinya “Berdo’alah kepadaKu, pasti Aku mengabulkan do’a-mu”. Permasalahannya adalah mengapa do’a kita belum terkabul ?
Penyebab do’a belum terkabul antara lain sebagai berikut :
1. Ahli sufi bernama Ibrahim Bin Adham Bin Manshur menjelaskan sebab-sebab do’a tidak terkabul.
a. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak menunaikan hak-hak-nya.
b. Kamu mengaku bahwa kamu cinya kepada Rasullullah SAW, tetapi kamu tinggalkan sunahnya (tuntunannya).
c. Kamu makan nikmat-nikmat Allah, tetapi kamu tidak pernah mensyukurinya.
d. Kamu membaca Al Qur’an, tetapi kamu tidak beramal menurut Al Qur’an.
e. Kamu makan nikmat-nikmat Allah, tetapi kamu tidak pernah mensyukurinya.
f. Kamu berkata bahwa setan itu musuhnmu, tetapi kamu tidak menentangnya.
g. Kamu berkata bahwa surga itu benar adanya, tetapi kamu tidak beramal untuknya.
h. Kamu berkata bahwa neraka itu benar adanya, tetapi kamu tidak lari daripadanya.
i. Kamu berkata bahwa mati itu benar adanya, tetapi kamu tidak bersiap untuk menghadapinya.
j. Kamu kubur mayat-mayat, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka.
Pernyataan-pernyataan di atas, hendaknya kita merenungkan mengenai apa yang selama ini kita lakukan kepada-Nya. Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Swt.

2. Do’anya ingin segera terkabul
Bukhari Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Do’a seseorang dari kalian tentu akan diijabah selama dia tidak meminta segera dikabulkan dengan mengatakan : Aku sudah sering berdo’a kepada Rabbku, tapi entah mengapa belum juga dikabulkan.
Kalau melihat fenomena yang terjadi, banyak orang berdo’a kemudian ingin cepat-cepat do’a itu terkabul. Allah Maha mendengar, Maha mengetahui, dan Allah tidak pernah tidur melihat hambanya melakukan sesuatu. Berpikir positif kepada Allah Swt sangat dianjurkan, mengingat Allah yang menciptakan kita, dan sangat tidak layak kita berburuk sangka kepada-Nya.
Sementara doa kita belum terkabul, kita harus yakin Allah sedang merencanakan sesuatu yang terbaik untuk hambanya asalkan kita selalu terus berdo’a, berikhtiar dan sabar menunggu doa kita terkabul.
3. Ada barang haram yang kita pakai atau kita makan.
Doa akan terhalang oleh barang yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu berupa makanan, benda, pakaian dll. Dengan demkian Allah tidak akan mendengar ataupun mengabulkan do’a yang kita panjatkan.
4. Membaca shalawat terlebih dahulu.
Dari Anas bin Mali ra, Nabi saw, bersabda yang artinya : “Tiada do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba, kecuali terhalang diantara do’a tersebut dengan langit, maksudnya tidak dapat melintasi langit, hingga dibacakan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Baru sesudah itu, hijab /penghalangpun terbuka dan masuklah do’a itu, sebaliknya jika tidak dibacakan shalawat, maka pulanglah do’a itu kepada pemanjatnya/orang yang membacanya”
Dengan demikian di saat kita berdo’a dimulai dengan Al-Fatihah lalu membaca shalawat kemudian memohon apa yang kita harapkan.
Kemudian kapan waktu yang mustajab untuk melakukan do’a ?
Pada dasarnya setiap saat kapanpun dan dimanapun kita dapat melakukannya. Banyak sekali waktu-waktu yang mustajab untuk kita berdo’a, diantaranya setelah membaca al-qur’an, antara adzan dan iqamah, setelah shalat lima waktu, sepertiga malam terakhir, ketika sujud di dalam shalat, pada hari jum’at, malam lailatul qadar, di waktu bulan Ramadhan, ketika sedang berpuasa, malam idul fitri dan idul adha, Wuquf di Arafah, bahkan yang paling mudah adalah di saat kita mendapat musibah, merasa terdzhalimi, atau di saat darurat kita sangat dianjurkan untuk berdoa.
Lalu bagaimana agar do’a kita diijabah oleh Allah Swt ? antara lain sebagai berikut :
1. Berdo’a hanya kepada Allah, terdapat dalam Qalam Allah yang artinya “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (QS Az Zumar: 2-3) Dengan demikian hanya kepada Allah kita menyembah-memohon do’a karena Allah lah sang pencipta dari segala mahluk. Kemudian Allah sangat membenci orang-orang yang menyekutukan Allah (menyembah selain Allah) dan itu merupakan dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah Swt.
2. Berdo’a dengan penuh keyakinan, kita harus yakin atas do’a yang kita panjatkan, yakinlah bahwa cepat atau lambat Allah akan mengabulkan do’a kita asalkan kita mau bersabar dan Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya. Rasulullah bersabda : “Berdo’alah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan” (H.R Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah).
3. Berbaik sangka kepada Allah. Sudah seharusnya bahwa kita berbaik sangka kepada Allah yang selama ini tiada henti memberikan nikmat dan rizky kepada hambanya. Analoginya jika kita berbaik sangka kepada orang, orang tersebut akan berbaik sangka juga, bahkan sebaliknya, apalagi kita berbaik sangka kepada Allah, niscaya Allah juga akan bersikap demikian. Meskipun doa kita belum terkabul, janganlah mengeluh ataupun berkata yang tidak terpuji kepada Sang Khaliq. Allah bersama orang-orang yang sabar, bersabar saja, Allah sedang menentukan kapan waktu yang tepat mengabulkan do’a hambanya.
4. Memperbanyak amal shaleh, ketika kita berdo’a hendaknya dibarengi dengan memperbanyak amal shaleh. Orang yang gemar bermaksiat, mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram, do’anya tidak akan diijabah oleh Allah. Karena penyebab doa kita terangkat dan diterima doa adalah amal shaleh. Banyak cara misalnya beribadah dengan istiqomah, menjaga keharmonisan hubungan habluminannaas-hablumminaulloh, membelanjakan hartanya di jalan Allah, senantiasa bersyukur di saat senang maupun duka.

Dengan demikian setelah kita membaca syiar dakwah ini dapat menambah motivasi kita dalam menjalankan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Penulis memohon maaf apabila ada pernyataan, kata-kata yang kurang berkenan. Syukron Kasiron, Wassalamualaikum wr.wb
Sumber :
Al Mahfani, Khaililurrahman. Keutamaan Do’a dan Dzikir. Tangerang, PT . Wahyumedia, 2006.
Yusuf, An-Nabhani. Ringkasan Riyadhus Shalihin. Bandung, Irsyad Baitus Salam, 2006.
Ramadlan, Abu. Tarjamah Durotun Nasihin. Surabaya, Mahkota, 1987.

Mencari Kerja

Tinggalkan komentar

Daftar Riwayat Hidup

 

Nama                          : Asep Maulana Yusup                                                           

TTL                              : Kuningan , 17 Oktober 1989

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Alamat                        : Jl. H. Ten IV no 62 RT 006/003 Kel. Rawamangun Kec. Pulogadung Jakarta Timur

Agama                         : Islam

No telephone              ; 085710456921 atau 085224541962

Email :  danalampahkng@yahoo.co.id

Pekerjaan                    : Mahasiswa

Riwayat Pendidikan    : 1. 1994-1995 TK Budi Mekar

2. 1995-2001 SD Negeri Danalampah

3. 2001-2004 SMP Negeri 2 Pancalang

4. 2004-2007 SMA Negeri 1 Cilimus

5. 2007-sekarang Universitas Negeri Jakarta, jurusan Pendidikan Sejarah

Riwayat Organisasi     : 1. Pramuka, (SMP Negeri 2 Pancalang) sebagai anggota

2.  Ikatan Remaja Masjid Al-Istiqomah sebagai anggota (2004-2006)

3.  Ikatan Remaja Masjid Al-Istiqomah sebagai Ketua (2006-2007)

4. BEMJ Sejarah sebagai anggota Divisi Kerohanian (2007-2008)

5. BEMJ Sejarah sebagai Kepala Divisi Kerohanian (2008-2009)

Pengalaman Mengajar :  PPL di SMA Negeri 53 Jakarta

Keahlian bidang studi    :  IPS, Sejarah, Sosiologi, Mengajar Baca Alqur-an

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Selanjutnya bila ada yang tertarik/berminat memakai jasa saya, silahkan menghubungi kontak yang sudah disediakan.

Jakarta, 15 Pebruari 2010

Saya Yang Bersangkutan,

 

 

 

Asep Maulana Yusup

 

Restorasi Meiji 1868

3 Komentar

BAB I
PENDAHULUAN

Jepang pada mulanya sebagai negara terbelakang jauh tertinggal dari negara-negara Barat. Pemerintahan militer Tokugawa untuk mempertahankan politiknya, melakukan politik isolasi dari luar, menghadang pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Menyebabkan ilmu pengetahuan dan teknologi tertinggal jauh, bahkan diberlakukannya kelas-kelas sosial menyebabkan prose modernisasi dan mobilitas sosial mengalami kemandekan.
Datangnya negara-negara Barat ke Jepang, membuat Jepang bercermin bahwa kehidupan mereka masih terlampau tradisional. Kuatnya anti asing dan loyalis terhadap kaisar menyebabkan adanya perebutan kekuasaan, sehingga pemerintaha Tokugawa berakhir tahun 1868. Maka diangkatlah Meiji sebagai Kaisar yang masih berusia 15 tahun.
Perjalanan panjang untuk membangun Jepang dengan semboyan “Fukoku kyohei’ negara kaya dan militer yang kuat. Kebijakan-kebijakan yang mendasar lalu dirubah baik dalam bidang politik, sosial,budaya, ekonomi, pendidikan. Hasilnya adalah seperti yang kita lihat hari ini. Akan kah bangsa Indonesia bisa melakukannya, perlu banyak pembenahan dari berbagai elemen guna mencapai harapan tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Jepang sebelum Restorasi Meiji
Jepang sebelum Restorasi Meiji (1868) adalah sebuah Negara agraris yang miskin. Negara-negara imperialis yang waktu itu berebut koloni di seluruh dunia pun tidak terlalu tertarik menguasainya. Jepang dianggap tidak mempunyai potensi ekonomi yang signifikan. Akan tetapi, dalam waktu 40 tahun saja, pada akhir ke-19, Jepang sduah sejajar dengan Negara-negara Barat.
Jepang dikuasai oleh Shogunat, yaitu sebuah rezim pemerintahan militer yang dipimpin oleh Shogun, atau lebih dikenal sebagai Bakufu. Shogun Tokugawa telah berkuasa sejak tahun 1603 hingga dimulainya era Meiji yaitu tahun 1868. Kemudian Jepang juga memiliki seorang kaisar, namun kaisar saat itu tidak lebih sebagai symbol, sedangkan kekuasaan de facto ada di tangan Bakufu. Dalam rangka menjaga stabilitas dan menangkal pengaruh dari luar, maka diberlakukan politik isolasi (sakoku) sejak tahun 1639. Hal ini dilakukan agar agama Kristen tidak menyebar sebagai agama di Jepang, namun hanya Belanda yang dapat masuk untuk berdagang bertempat di Nagasaki.
Dalam pemerintahan Tokugawa, Jepang kembali memperhatikan ajaran-ajaran Konfusius, salah satunya adalah Bushido ke dalam kehidupan bangsa Jepang. Bushido dipakai oleh kaum samurai. Dalam kode Bushido, seorang samurai adalah ksatria yang selalu mempertajam keunggulannya dengan belajar dan berlatih . Apabila mereka mengalami kegagalan dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut , mereka akan mengambil jalan kehormatan lewat kematian (seppuku).
Pada awalnya, pemerintahan Tokugawa dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang hebat. Tetapi, lama-kelamaan kekusaan yang berdasarkan garis keturunan membuat para penerus Tokugawa jadi malas, dan jiwa kepemimpinan tidak terlihat. Mendekati akhir kejayaan Tokugawa, para shogun lebih suka hidup bermewah-mewahan, membangun istana-istana yang megah, dan mengumpulkan macam-macam hiasan kesatria samurai. Biaya nya diambil dari rakyat petani miskin sehingga mereka menjadi sengsara.
Keresahan juga dipicu oleh Bakufu dalam melihat perkembangan zaman. Dalam rangka menjaga kekuasannya, Tokugawa membagi masyarakat dalam empat kelas, yang tertinggi kaum samurai, kemudian petani, pengrajin, yang paling bawah pedagang. Hal ini bertujuan kelas bawah tidak akan mengganggu kelas atas, kaum pedagang kurang dihargai karena dianggap sebagai kelompok yang tidak memiliki nilai produktif bahkan tidak berlakunya mobilitas sosial. Kaum samurai boleh memakai nama keluarga dan nama kecil serta boleh menggunakan pedang sebanyak dua buah.
Kehidupan yang damai dan tenteram selama isolasi membuat peran kaum samurai menjadi tidak berfungsi. Sebaliknya, ekonomi yang berkembang membuat kelas pedagang menjadi kaya raya dan berkuasa, bahkan atas kaum samurai.

2. Datangnya negara-negara Barat.
Ketika Amerika Serikat meningkatkan hubungan perdagangannya dengan Cina, maka Amerika semakin memikirkan perlunya tempat persinggahan yang terletak antara Amerika Serikat dan Cina. Pada bulan Juli 1853, Komodor Perry, seorang pelaut Amerika dengan kapalnya mendekati pelabuhan Jepang dan menghendaki agar diijinkan untuk berdagang. Perry mengatakan dengan tegas dan sopan ”Berikan apa yang kami minta atau kami akan datang dengan kekuatan yang jauh lebih besar”. Tokugawa pada awalnya tidak mau melayani kehendak Perry, akan tetapi daya tembak yang diperlihatkan kapal-kapal Amerika Serikat memaksa Jepang akhirnya melayaninya juga.
Ia bahkan membawakan berbagai hadiah berupa satu peti pistol revolver, kamera foto, mesin telegraf, sampanye,dan mainan lokomotif. Orang-orang Jepang menerimanya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Semakin lama permintaan negara-negara Barat ini makin mengancam perasaan nasionalisme orang-orang Jepang.
Dengan persenjataan yang tertinggal jauh, shogun Tokugawa merasa bahwa politik isolasi mereka perlu diperbaharui, maka dengan terpaksamemberikan hak ”ekstrateritorialitas” kepada Amerika, yaitu suatu hak yang setiap warga Amerika di Jepang hanya akan menjadi subjek hukum Amerika, sedangkan hukum Jepang tidak akan berlaku untuk mereka. Selanjutnya, ada perjanjian tarif impor yang sangat merugikan ekonomi dan produk-produk lokal Jepang. Bahkan, pemerintahan Tokugawa melakukannya tanpa persetujuan kaisar, sehingga memancing kemarahan dari kelompokanti-asing dan loyalis kaisar sudah habis kesabarannya.
Pertengahan 1862, seorang pengusaha Inggris yaitu Richardson, bersama teman-temannya sedang menyusuri jalan-jalan di Namamugi. Mereka kemudian berpapasan dengan rombongan penguasa lokal (daimyo) yang paling anti orang asing yaitu Satsuma. Richardson sama sekali tidak mengetahui adat kebiasaan di Jepang, karena penduduk lokal duduk bersimpuh memberi hormat kepada penguasa lokal tersebut.Mereka tidak menyadari bahwa tidak memberikan hormat kepada pembesar daimyo adalah penghinaan yang tidak terampuni.
Kematian Richardson memancing kemarahan yang sangat besar, kekuatan militer 17 kapal perang Amerika, Perancis, Belanda bergerak menuju markas Chosu. Dibombardirlah benteng-benteng Chosu, namun para pangeran Satsuma menyatakan kebanggaannya kagum dengan kekuatan militer kaum kulit putih tersebut. Malah tiga tahun kemudian, pangeran dengan antusias mengundang wakil-wakil dari pemerintah Inggris untuk datang berkujung mengadakan kerja sama.

3. Restorasi Meiji (1868) diciptakan.
Dinihari, 3 Januari 1868, pasukan Satsuma yang dipimpin Jenderal Besar Saigo Takamori yang sangat terkenal mengepung istana shogun di Kyoto, juga pasukan Chosu berjaga-jaga di pinggiran kota. Istana Shogun dengan cepat dikuasai karena shogun terakhir Tokugawa, Yoshinobu, sudah tidak berminat untuk mempertahankan kekuasaannya. Kaisar muda dilantik saat berusia 15 tahun, yaitu Mutsuhito Meiji.
Sebelum Restorasi Meiji, para daimyo menguasai daerah-daerah di daratan Jepang dan memperoleh penghasilan dengan menarik pajak dari rakyat. Para Samurai juga menjadi bawahan daimyo dibiayayai dari pajak rakyat tersebut. Wilayah Jepang dibagi dalam provinsi-provinsi yang mula dipimpin oleh daimyo dari daerah tersebut sehingga kaum samurai tidak berhak untuk mengambil gajinya dari provinsi. Akibat dari kebijaksanaan ini banyak kaum samurai harus mencari lapangan penghidupan baru di bidang pertanian, pertukangan, atau perindustrian dan perdagangan.
Maka mulailah terjadi pembaruan dengan golongan-golongan lain yang tadinya dianggap rendah oleh samurai. Pembauran ini menguntungkan perkembangan proses modernisasi Jepang, karena sifat-sifat kaum samurai menjadi landasan, seperti patriotisme, kesungguhan bekerja, disiplin dan loyalitas.
Kebijaksanaan selanjutnya yaitu pendidikan wajib dan bebas bagi seluruh rakyat selama 4 tahun dan dibukanya berbagai macam dan tingkatan sekolah, hingga pada tingkat universitas. Era Tokugawa dalam bidang pendidikan, prestasi individu tidak dapat merubah status sosial mereka, hanya kaum samurai yang dapat dengan bebas menentukan pekerjaan mereka. Dalam masa Meiji hal ini berubah, dan itulah yang membuat dorongan kepada semua orang untuk belajar keras.
Sistem pendidikan yang digunakan disesuaikan dengan sistem pendidikan Barat, sehingga memberikan landasan untuk mengejar ketertinggalan Jepang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sistem pendidikan ini dimanfaatkan juga untuk mendidik sifat-sifat yang terkandung dalam ajaran Bushido kepada seluruh rakyat. Patriotisme dan kesetiaan pada Tenno Heika merupakan ajaran penting. Maka didapat hasil dari demokratisasi pendidikan, yang pertama, meningkatnya mutu seluruh rakyat. Kedua tumbuhnya kesetiaan kepada negara dan pemerintah, terakhir digerakannya semangat untuk orang yang mampu belajar.
Kebijaksanaan selanjutnya yaitu, sikap Jepang untuk lebih berorientasi kepada kekuatan sendiri daripada mengharap bantuan luar negeri. Maka usaha alih teknologi dengan Membeli mesin-mesin indsustri terbaru hasil revolusi industri juga mendapatkan hak paten yaitu dibongkar, dianalis, ditiru, dan dikembangkan. Hal ini dilakukan secara meluas dengan menggunakan produksi di rumah (home production), sehingga pengaruhnya besar sekali pada perkembangan masyarakat dan industri Jepang ke depan, sebab usaha tersebut berkembang dari tingkat rendah dan menengah sebagai landasan indsutri Jepang.
Kebijaksanaan selanjutnya yaitu diadakannya sistem wajib militer melalui undang-undang 1872. Dengan dihapuskannya kelas samurai, fungsi pertahanan menjadi tanggung jawab seluruh rakyat. Maka tumbuhlah solidaritas nasional yang tadinya masih dibagi kedalam kelas-kelas. Selanjutnya kebijakan mengenai perubahan sistem perpajakan, sumber utama perpajakan berasal dari tanah. Pajak dibayar dengan hasil tanah, akibatnya pemasukan pajak tidak stabil karena tergantung dari hasil panen.
Sedangkan dalam pemerintahan Meiji ditentukan ketetapan pajak untuk masa enam tahun yang harus dibayar dengan uang tunai. Pajak ditetapkan sebesar 3% dari nilai tanah. Ditambah pula dengan pajak desa sekitar 34% dari hasil produksi petani. Meskipun banyak petani yang kurang puas, pemerintah dapat mengumpulkan
Resorasi Meiji tahun 1868 yaitu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan persenjataan yang lebih canggih dan lebih menghancurkan, hal ini harus ditopang oleh kekayaan dan kemajuan ekonominya. Banyak cara yang dilakukan Jepang untuk mencapainya yaitu.
1. Pasca revolusi industri yang terjadi di Eropa, Jepang mengirimkan orang-orang yang terbaik ke pusat-pusat pengetahuan dan teknologi Barat.
2. Mendatangkan ribuan ahli dan instruktur dari seluruh dunia untuk memberikan ilmunya di Jepang. Para hali tersebut mencakup pada aspek pendidikan militer, ahli pertanian, ahli teknik.
3. Membangun pusat-pusat pendidikan teknik industrial.
4. Membeli mesin-mesin industri terbaru hasil revolusi industri, dan juga hak paten teknologi untuk dibongkar, dianalisis, ditiru, dan dikembangkan.
5. Membeli sebanyak-banyaknya buku-buku terbaru keluaran Barat, hal ini yang paling efisien dan berperan besar dalam pembangunan.

Sektor pendidikan dibangun dengan mendatangkan pakar-pakar terbaik dan guru-guru dari seluruh dunia. Mereka diberikan jabatan yang tinggi, selama era Meiji kurang lebih 200 orang Amerika dipekerjakan dan diberikan otoritas yang besar. Bahkan profesor matematika dari Amerika yaitu David Murray diberi wewenang mulai dari membentuk kurikulum hingga menentukan bentuk bangunan sekolah dan mejanya.
Mori Arinori berpendapat bahwa pengetahuan yang bersifat eknis lebih dapat langsung bermanfaat bagi kemajuan ekonomi dan militer Jepang daripada pembelajaran ilmu-ilmu dengan teori-teori yang mengagumkan tetapi sulit dikembangkan secara praktis. Maka dari itu, dalam rangka mempercepat indsutrialisasi, ia memberikan penekanan pada pendidikan yang bersifat teknis industrial.
Yukichi Fukuzawa berkeyakinan bahwa kemajuan industri dan militer Barat diraih sebagai hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil dari revolusi kecerdasan dan cara berpikir orang Eropa. Untuk maju, sebuah bangsa harus menciptakan percepatan kualitas intelektual manusianya. Maka sebuah sistem berkualitas tinggi harus dibentuk, Fukuzawa mendorong disebarkannya pembelajaran ilmu praktis yang menciptakan pembangunan yang kuat seperti di Barat.
Di Jepang, Cina, dan Korea sampai hari ini, ajaran-ajaran Konfusius telah menjad jiwa dan menjadi salah satu faktor utama kemajuan negara-negara tersebut. Ajaran Konfusius dalam Bisnis Jepang antara lain :
1. Bekerja adalah jiwa dan nilai dari hidup itu sendiri. Artinya bekerja tidak semata-mata mencari uang, melainkan memberikan sesuatu yang berharga pada masyarakat dengan bekerja, hidup kita yang singkat mempunyai nilai. Hal ini diwujudkan dengan bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakatm perusahaan, serta untuk kejayaan bangsa dan negara.
2. Uang bukan segala-galanya. Artinya, Para pengusaha Jepang tidak pernah pusing dengan keuntungan jangka pendek, melainkan mereka memikirkan bagaimana mengembangkan dan memperkuat usahanya dalam jangka panjang. Para pengusaha Jepang lebi suka memikirkan apa yang bisa mereka sumbangkan pada perusahaan daripada memikirkan bagaimana menaikan gaji mereka.
3. Pendidikan dan proses belajar itu penting, Artinya keunggulan industri hanya dapat diraih dengan belajar, dan belajar lebh baik daripada melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat. Bahkan pelajar di Jepang ketika menghadapi ujian, mereka hanya tidur 3 jam, bahkan ketika buang hajat mereka sempatkan untuk membaca buku.

Terdapat karakteristik gabungan kualitas enterpreneurship dan nilai-nilai Konfusius yaitu :
1. Kemauan belajar yang tinggi, kecerdasan intelektual, dan teknis.
2. Visi dalam melihat pasar, kemampuan ini didukung oleh kecerdasan intelektual yang sangat tinggi sehingga mereka mampu melihat jauh potensi-potensi bisnis ke depan, juga produk-produk unggul yang akan diminati pasar, awalnya nasional, lalu diekspor ker berbagai negara.
3. Keberanian untuk berinvestasi dan menanggung resiko Tidak hanya sekedar berani tetapi kecerdasan yang tinggi membuat mereka lebih percaya diri dalam mengukur dan memanajemeni potensi bisnis dan resikonya.
4. Sabar, memiliki dorongan yang kuat, sekaligus tidak materialistis

Jepang yang tadinya hanya negara petani, sekarang sudah menjadi negara industri yang unggul. Misalnya Furukawa Ichibei pada mulanya penjual tahu yang menjadi raja tembaga Jepang, hal yang dimiliknya adalah kecerdasannya, pengetahuan teknisnya, dan semangatnya untuk bekerja keras. Shibusawa Eiichi pendiri Dai Ichi Bank, yang saat ini adalah salah satu bank terbesar di dunia dengan aset lebih dari 100 miliar dolar. Kesuksesan yang ia raihh dengan berbuat baik, saling membantu, bahkan dengan pesaing sekalipun.
Dalam buku Technology and Industrial Development in Japan, Odagiri dan Goto menyimpulkan bahwa Jepang pada Restorasi Meiji mencapai keberhasilan yang cukup tinggi karena
1. Masyarakat Jepang memiliki daya serap teknologi yang tinggi, sebagai hasil dari kualitas pendidikan dan adanya kapabilitas teknologi mesin loka sederhana yang telah berkembang sejak era Tokugawa.
2. Jiwa Enterpreneurship dari pengusaha Jepang yang berani berinvestasi dan mengambil resiko dalam mengadaptasikan dan menggunakan teknologi-teknologi baru tersebut.
3. Tingkat kompleksitas mesin-mesin hasil revolusi industri belum terlalu rumit. Sehingga mempunyai kesempatan untuk untuk membongkar, menganalisis, meniru, dan mengembangkan.
4. Pada awalnya, banyak terjadi kegagalan dalam pemakaian teknologi baru ini. Akan tetapi, bangsa Jepang ternyata dapat mengatasinya dengan cepat.

BAB III
KESIMPULAN

Eksistensi Jepang saat ini sebagai negara maju, perekonomian berkembang, hal ini tidak serta merta dilakukan seperti membalikan telapak tangan, segala sesuatu selalu ada perjuangan dan berusaha untuk mencapai keinginan tersebut. Keadaan tersebut dibangun jauh-jauh hari berawal dari Restorasi Meiji (1868) yaitu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan persenjataan yang lebih canggih dan lebih menghancurkan, hal ini harus ditopang oleh kekayaan dan kemajuan ekonominya.
Kebijakan-kebijakan yang fundamental dilakukan dalam bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi. Bidang yang paling berpengaruh berkembangnya Jepang adalah bidang pendidikan serta sosial dan budaya. Dalam bidang pendidikan Mori Arinori berpendapat bahwa pengetahuan yang bersifat eknis lebih dapat langsung bermanfaat bagi kemajuan ekonomi dan militer Jepang daripada pembelajaran ilmu-ilmu dengan teori-teori yang mengagumkan tetapi sulit dikembangkan secara praktis.
Kemudian didatangkan juga ahli-ahli dari negara Barat, serta pengiriman orang-orang untuk belajar ke Eropa. Maka dari itu, dalam rangka mempercepat indsutrialisasi, ia memberikan penekanan pada pendidikan yang bersifat teknis industrial.Dalam bidang sosial budaya dihapuskannya kaum samurai sehingga terjadinya percampuran kelas dan mobilitas sosial dapat berjalan, ajaran Bushido yang selalu melekat pada orang-orang Jepang, menjadikan landasan terciptanya kemajuan Jepang yang pesat hingga saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Laksono, Eko.2005. Zaman Kebangkitan Besat ; Imperium III. Jakarta:PT Mizan Publika.
Beasley, W.G.2003. Pengalaman Jepang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Suryohadiprojo, Sayidiman.1987. Belajar dari Jepan; manusia dan masyarakat Jepang dalam perjuangan hidup. Jakarta: UI Press
.

Rangkuman Teori Sosila Budaya

Tinggalkan komentar

A.  Teori Strukturalisme

ü Strukturalisme merupakan dimana kehidupan manusia sudah menjadi sebuah struktur dalam masyarakat, manusia berada di dalam struktur tersebut.

ü Pengembangan teori ini mengarah pada analisisnya mengenai struktur sistem kekerabatan, dan yang kedua kajiannya tentang struktur mite dan totemisme.

ü Levi Strauss merupakan tokoh pemikir Teori Strukturalisme, ia berpendapat bahwa analisis bahasa berpengaruh pada hal kajian sosial mitologi, sistem kekeluargaan dan fenomena antropologis.

B. Teori Fungsionalisme

ü Memandang bahwa lapisan-lapisan yang ada di masyarakat dapat berjalan harmonis, apabila fungsi dari masing-masing lapisan sosial tersebut memerankan fungsinya dengan semaksimal mungkin.

C.  Teori Materialisme Budaya

ü Ada tiga pilar pokok materi yang dapat menyebabkan budaya mengalami perubahan yaitu ide (gagasan), perilaku, dan benda.

ü Jadi dapat dikatakan bahwa apabila materi dirubah, maka budaya yang dihasilkannya itu berubah.

D.  Teori Materialisme Historis

ü Kondisi materi yang berbeda menyebabkan lahirnya kelas proletar dan kelas kapitalis (pemilik modal/alat produksi).

ü Kelas proletar bekerja terhadap kelompok kapitalis, namun hanya mendapatkan imbalan jauh dari seberapa gigih mereke bekerja agar pemilik produksi mendapatkan keuntungan yang berlimpah

ü Pertentangan diantara keduanya yang menyebabkan sejarah itu berjalan, salah satu kelompok tersebut punah, sejarah akan mandek. Maka kelas proletar dan kelas buruh tidak dapat dipisahkan, saling kait mengkait.

E. Teori Konflik

ü Konflik bersumber pada aspek politik kepentingan masing-masing individu yang saling bertentangan. Hal-hal yang menimbulkan konflik adalah pada aspek politik, sosial, ekonomi, budaya, sumber daya alam.

ü Konflik dapat terjadi pada kepentingan yang saling bersebrangan antara kaum mayoritas dan minoritas. Konflik juga sebagai obat untuk mengambil hikmah sehingga kelompok yang bertentangan kembali bersatu.

F.  Teori Symbolisme

ü Menurut Casier bahwa pengertian tanda dan symbol mempunyai perbedaan, dilihat dari tanda (sign) adalah adalah bagian dari dunia fisik yang berfungsi sebagai operator dan memiliki substansi.

ü Sedangkan simbol merupakan bagian dari dunia makna manusia yang berfungsi sebagai designator. Maka dari itu syimbol tidak berupa fisik namun mempunyai nilai fungsional.

ü Dalam makna tertentu, simbol sering kali memiliki makna mendalam, yaitu suatu konsep yang paling bernilai dalam kehidupan suatu masyarakat.

G.  Teori Interaksionalisme Symbolik

ü Bahwa symbol-symbol sebagai alat komunikasi manusia, syimbol-syimbol tersebut berisi pesan/informasi yang mempunyai arti tersendiri. Misalnya di jalan, lampu lalu lintas menunjukan warna merah, artinya semua kendaraan yang mendapat lampu merah harus berhenti, namun ada satu pengendara yang tetap melaju kendaraannya, harusnya berhenti dan pengendara tersebut mendapatkan tilang.

H.  Teori Kepribadian

ü Menurut Freud, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari  id, ego dan superego. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.

ü adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego.

ü Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.

ü Dengan demikian, manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan”.

I.   Teori Pertukaran Sosial

ü Teori ini memandang bahwa hubungan antara dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai keuntungan dari hubungan tersebut, teori ini bisa disebut sebagai teori timbal balik. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.

ü Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit).

J.  Teori Perubahan Sosial Budaya

ü Bahwa berubahnya sosial budaya karena berubahnya material, sehingga melahirkan sebuah prilaku. Dalam materi itu terdapat ide, gagasan, benda. Masuknya musik Barat, membuat masyarakat kecintaannya terhadap musik daerah mulai memudar.

TAUHID SEBAGAI DOKTRIN SENTRAL ISLAM

Tinggalkan komentar

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah Perkembangan peradaban manusia kini menyebabkan banyak hal yang dapat memudarkan nilai-nilai keislamannya. Tidak hanya budaya yang baru, tetapi budaya yang lama juga masih mempengaruhi kehidupan manusia. Berbagai macam sentuhan budaya dalam kehidupan manusia ini bisa membuat manusia terlena dan lupa akan bersyukur kepada Allah SWR bahwa apa yang ada dihadapannya ini tercipta atas rahmatNya. Segala sesuatu yang dibuat manusia adalah hasil berpikir pikiran manusia yang diciptakan oleh manusia. Kekayaan alam dan kesehatan yang dimiliki manusia untuk berpikir dan mengahasilkan karya juga adalah karunia Allah. Namun banyak hal yang dilakukan manusia kini justru semakin menjauhkan manusia kepada Allah SWT. Manusia menjadi takabur bahwa apa yang ada dihadapannya adalah hasil karya mereka, tanpa menyadari bahwa itu semua adalah karunia Allah. Mereka semakin dibutakan oleh segala kemudahan hidup. Sentuhan kebudayaan lama dalam bentuk keyakinan manusia juga mengakibatkan pudarnya nilai keislaman manusia. Dalam makalah ini akan dibahas bahwa masalah keimanan dan percaya kepada Allah atau tauhid menjadi hal yang perlu dibangun lagi dengan mengerti terlebih dahulu apa pengertian tauhid itu sendiri. Dan berbagai hal mengenai tauhid. Menjadi perlu diperhatikan untuk mengingatkan manusia tentang apa yang telah dilakukannya. Telah sesuai dengan nilai tauhid atau belum. B. Perumusan Masalah Dalam makalah ini akan disajikan pemaparan tentang tauhid yang akan dirumuskanm untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan tentang tauhid. Dimaksudkan demikian agar dapat memudahkan dalam pemahaman, yang dirumuskan sebagai berikut: 1. Apa pengertian Tauhid? 2. Apa saja macam-macam tauhid? 3. Bagaimana contoh tauhid dalam kehidupan sehari-hari?

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TAUHID Tauhid, secara bahasa berasal dari kata “Wahdada – Yuwahhiddu” yang artinya menjadikan sesuatu satu / tunggal / esa (menganggap sesuatu esa). Secara istilah syar’i, tauhid berarti mengesakan Allah dalam ham Mencipta, Menguasai, Mengatur dan mengikhlaskan (memurnikan) peribadahan hanya kepada-Nya, meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya serta menetapkan Asma’ul Husna (Nama-nama yang bagus) dan Shifat Al-Ulya (sifat-sifat yang tinggi) bagin-Nya dan mensucikan-Nya dari kekurangan dan cacat. Tauhid adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan Rasullulah. Tauhid merupakan kewajiban tugas seorang muslim, dengan dimulan dan diakhiri kehidupannya. Dan tugas dalam kehidupannya adalah menegakan Tauhid, berdakwah kepada Tauhid. Tauhid pula yang menyatukan hati-hati orang yang beriman, dan memohon kepada Allah agar menjadi kalimat Tauhid sebagai akhir dari kehidupan kita. Di lingkungan agama budaya juga dikenal ke-esaan, namun paham monotheisme ini berkembang dari paham Animisme, Dinamisme, ataupun Polytheisme. Dalam paham muncul anggapan bahwa jumlah dewa-dewa yang disembah terlalu banyak sehingga terjadi kecendrungan bahwa tugas-tugas, fungsi, dan pengabdian kepada dewa menjadi tumpang tindih dan bersifat pengulang-ulangan. Akhirnya yang semula bersifat Polytheisme berubah menjadi paham yang mempercayai jumlah dewa yang sedikit. Konsep ke-esaan Tuhan tercermin jelas dalam kalimat syahadatain yang merupakan pondasi dasar bagi umat Islam. Bahwa “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun dalam aplikasinya banyak dilanggar oleh umat Islam itu sendiri, dengan mempercayai selain Allah, kemudian masa sekarang munculnya Nabi jadi-jadian. Hal itu dikarenakan pengamalan syahadatain yang salah, terkadang kalimat syahadatain dibaca tiap kita shalat namun aplikasinya itu yang terkadang kurang dilaksanakan. Makna Syahadad Tauhid itu sendiri terhimpun dalam kalimat syahadad yang pertama. Kebanyakan ulama mengatakan, bahwa Dua kalimat Syahadad itu berisikan 24 huruf, sedang masa satu hari satu malam itu ada 24 jam. Maka dengan mengucapkan dua kalimat Syahadaditu kita akan memperoleh ampunan dari dosa selama 24 jam. Kemudian dua kalimat Syahadad itu berisikan tujuh kalimat, maka dengan mengucapkannya mudah-mudahan akan selamat ketujuh anggota badan dari tujuh neraka. Pertama Laa (nafi), Kedua Ilaaha (munfi), Ketiga Illaa (itsbat), Keempat Allahu (mutsbit), Kelima Muhammad, Keenam Rasul, Ketujuh Allahu. Ketujuh kalimat syahadad itu sangat memberikan manfaat yang besar. Dan bagi siapa yang mengamalkannya sebanyak tujuh puluh kali setiap hari dengan izin Allah akan dibebaskan dari tujuh neraka. Adapun makna syahadad tauhid terkumpul dalam beberapa kaidah yaitu xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Selain itu, Tauhid juga merupakan materi dakwah pertama para Rasul. Tauhid merupakan terminal pertama dan langkah terawal bagi mereka-mereka yang ingin menempuh jalan kepada Allah. Apabila Tauhid wujud alam diri seseorang secara sempurna, maka tauhid akan mencegah seseorang itu masuk neraka. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tidak seorang pun bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan akan mengharamkan atasnya neraka”. (H.R Bukhari). Artinya apabila tauhid ada dalam diri seseorang (walaupun seberat biji sawipun) , ia akan mencegah dari kekal di neraka selamanya.

B. MACAM-MACAM TAUHID Tauhid adalah mengesakan Allah SWT dengan beribadah kepada-Nya semata. Ibadah merupakan merupakan tujua penciptaan alam semesta ini. Allah Swt berfirman, “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya menyembahKu.” (QS. Adz-Dzaariyaat:56). Maksud ayat di atas adalah agar manusia dan jin mengesakan Allah Swt dalam beribadah dan mengkhususkan kepada-Nya dlam berdo’a. Tauhid berdasarkan Al-Qur’anul Karim ada tiga macam : 1. Tauhid Rububiyah Tauhid Rububiyah berasal dari kata “ar-rabb” yang berarti mengembangkan sesuatu dari sesuatu keadaan pada keadaan yang lain sampai mencapai keadaan yang sempurna. Jadi tauhid Rububiayah berarti tauhid yang meyakini bahwa Allah adalah Tuhan. Tuhan Yang Maha Pencipta dan segala perbuatan-perbuatan-Nya. Pengakuan ini harus tertanam dalam hati secara sadar. Baik pengakuan yang terlahir melalui kajian-kajian yang berdasarkan akal budi ataupun pengakuan yang tumbuh sebagai akibat ketaatan dan ketekunan ibadah yang ikhlas karena Allah. Tauhid Rububiyah merupakan pengakuan bahwa sesungguhnya Allah Swt adlah Tuhan dan Maha Pencipta. Orang-orang kafir pun mengakui macam-macam tauhid ini. Tetapi pengakuan tersebut tidak menjadikan mereka tergolong orang Islam. Allah Swt berfirman “Dan sungguh, jika kamu bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah”. (QS. A-zukhruf: 87). Berbeda dengan orang-orang Komunis, mereka mengingkari adanya keberadaan Tuhan (Atheis). Dengan demikian, mereka lebih kufur daripada orang-orang Jahiliyah. 2. Tauhid Uluhiyah Al-Uluhiyyah disebut Tauhid ibadah, dengan kaitannya yang didasarkan kepada Allah disebut tauhid uluhiyyah dan dengan kaitannya yang disandarkan kepada hamba disebut tauhid ibadah,yaitu mengesakan Allah Azza Wa Jalla dalam peribadahan. Tauhid Uluhiyyah yaitu tauhid yang mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba-Nya atau mengesakan Allah melalui niat dan beribadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata. Pendekatan diri dengan tauhid uluhiyyah ini adalah dengan melakukan amal ibadah yang disyariatkan seperti shalat, puasa, berdo’a towaf, qur’ban, pengharapan, takut, senang, tawakal, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu berasal dari Allah dan untuk Allah semata. Tauhid Uluhiyah ini mengisyaratkan adanya tauhid rububiyah. Tanpa tauhid rububiyah, maka tauhid uluhiyah akan batal karena pengeesaan Allah melalui perbuatan-perbuatan hamba adalah setelah hamba tersebut menghayati dan memahami seluruh perbuatan-perbuatan Allah yang telah menciptaknan hamba-Nya tersebut. Atau merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap Rububiyah nya. Tauhid uluhiyah inilah yang selama ini menjadi pertentangan antara orang-orang kafir dengan seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah. Pertentangan itu disebabkan tauhid uluhiyah inilah inti dari dakwah para nabi dan rasul terdahulu. Macam tauhid inilah yang diingkari oleh orang-orang kafir. Dan ini pula yang menjadi sebab perseturuan dan pertentangan antara umat-umat terdahulu dengan para rasul mereka, sejak Nabi Nuh As hingga diutusnya Nabi Muhammad Saw. Dalam banyak suratnya, Al Qur’anul karim sering memberikan anjuran sola tauhid uluhiyah ini. Diantaranya, agar setiap muslim berdo’a dan meminta hajat khusus kepada Allah semata. Dalam surat Al-Fatihah misalnya, Allah berfirman “Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertololongan”. (Al –Fatihah :5). Artinya adalah bahwa hanya kepada Allah kami beribadah, hanya kepada-Mu semata kami berdo’a dan kami sama sekali tidak memohon pertolongan kepada selain-Mu. Tauhid uluhiyah ini mencakup masalah berdo’a semata-mata hanya kepada Allah, mengambil hukum kepada syari’at Allah. Semua itu terangkumi dalam firman Allah, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku maka sembahlah Aku”. (QS. Thaha:14). 3. Tauhid Asma’Wa Shifat Tauhid Al-Asma’ wa Shifat yaitu mengesakan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat bagi-Nya, dengan menetapkan semua nama-nama dan sifat-sifat yang Allah sendiri menamai dan mensifati Diri-Nya di dalam Kitab-Nya (Al-Qur’an), Sunnah Nabi-Nya Swt tanpa tahrif (menyelewengkan makna). Ta’thil (mengingkari), Takyif (mempertanyakan/menggambarkan bagaimana-nya) dan Tamtsil (menyerupakan dengan mahluk). Tauhid Adam wa Shifat yaitu mengesakan Allah melalui pengakuan dan penghayatan tengang nama-nama dan sifat Allah yang didasarkan kepada Al-Quran dan Hadist Rasulullah. Tauhid ini merupakan penafsiran dari penafsiran. Allah ataupun penafisiran atas Zat Allah melalui pensifatan rasulullah. Pensifatan ini harus tidak keluar dari prinsip kajian ilmu tauhid bahwa, Allah tidak memberikan pengetahuan kepada manusia tentang Zat-Nya, tetapi manusia bisa mengenal Allah melalui sifat-sifat dan perbuatan-Nya. Adapun sifat-sifat Allah terdapat dua bagian pertama adalah sifat wajib dan Mustahil bagi Allah, kedua pembagian sifat-sifat yang wajib bagi Allah secara Ijmal. a. Sifat wajib dan Mustahil bagi Allah SWT No Nama sifat-sifat Allah Keterangan 1 Wujud “Ada”, mustahil bagi Allah tidak ada. 2 Qidam “Terdahulu”, maka mustahil didahului oleh adam 3 Baqa’ “kekal”, maka mustahil allah akan fana (binasa) 4 Mukhalafatu lil-hawadisi “berlawanan dengan sesuatu yang baru” maka msutahil bagi Allah sama dengan manusia. 5 Qiyamuhu Binafsihi “berdiri sendiri”, tidak bergantung kepada yang lain 6 Wahdaniyah “Esa Dzat nya” 7 Qudrat “kuasa” maka mustahil Allah tidak berkuasa 8 Iradat “berkehendak”, maka mustahil bagi Allah bersifat terpaksa/memaksa 9 ‘Ilmun “mengetahui” maka msutahil Allah tidak mengetahui 10 Hayat “hidup’ mustahil Allah itu mati 11 Sam’un “mendengar”, maka mustahil Allah itu tuli. 12 Bashar “melihat” maka mustahil allah itu buta 13 Kalam “berbicara” maka mustahil allah itu gagu. 14 Qadirun “kuasa” maka mustahil allah itu bukan yang kuasa 15 Muridun “berkehendak” maka mustahil bagi Allah tidak berkehendak 16 Alimun “yang mengetahui” maka mustahil Allah itu tidak mengetahui. 17 Hayyun “hidup” maka mustahil Allah itu mati 18 Sami’un “mendengar” maka mustahil allah itu tuli 19 Bashirun “yang melihat” maka mustahil allah itu buta 20 Mutakallimun “yang berbicara”, maka mustahil allah itu bisu. b. Pembagian sifat-sifat Allah SWT menurut Ijmal ada empat bagian : 1. Sifat Nafsiyah, suatu hal yang wajib bagi Dzat Allah bersifat dengan sifat wujud (ada), yang wujudnya itu tidak disebabkan oleh suatu sebab apapun. Sifat ini hanya memiliki satu sifat yaitu wujud (ada) 2. Suatu sifat yang menafikan (meniadakan) semua sifat yang tidak layak bagi Allah. Sifat Salbiah memiliki lima sifat yaitu Qidam, Baqa’, Mukhalalfatu lil Hawadisi, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniat. 3. Sifat Ma’ani, semua sifat maupun yang berdiri pada dzat Allah yang maujid, yang mewajibkan Dxzat itu bersifat dengan suatu hukum sifat Ma’nawiyah. Sifat Ma’ani meliputi Qudrat, Iradat, Ilmun, Hayat, Sami’un, Bashar, Kalam. 4. Sifat Ma’nawiyah, suatu hal yang tetap (tsabit) bagi dzat Allah bersifat dengan sifat ma’nawiyah. Oleh karenanya, terdapat ikatan yang kuat antara sifat ma’ani dan sifat ma’nawiyah. Dan sifat ma’nawiyah ini meliputi Qadirun, Muridun, Alimun, Hayyun, Sami’un, Bashirun, Mutakallimun. Pensifatan Allah harus bebas dari penafsiran-penafsiran yang mengandung penyimpangan seperti pemahaman penafsiran serba tuhan atau penyatuan diri manusia sebagai mahluk yang diciptakan dengan Allah sebagai Tuhan yang menciptakan manusia dan pensifatan Allah juga harus bebas daei tamsil atau pengibaratan atau menyerupakan Allah dengan mahluknya.

C. RISALAH PARA NABI DAN RASUL

Nabi Muhammad Saw beliau selama tiga belas tahun mendakwahkan tauhid dan aqidah di Makkah baru kemudian ilmu yang lainnya di Madinah. Perjalanan Rasulullah Saw ini menunukan betapa besarnya perkara tauhid ini. Dalam hal ini Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata “Dan perkara yang paling agung yang Allah perintahkan adalah tauhid yang berarti mengesakan Allah dalam beribadah sedangkan larangan yang paling besar adalah syirik yang artinya beribadah kepada Allah tetapi beribadah kepada selain-Nya. Allah Swt berfirman dalam kitab-Nya : Beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan kalian menyekutukan Allah dengn sesuatu apapun. Ibnu Qayyim pun berkata barang siapa yang ingin meninggikan bangunannya maka wajib bagi dia untuk memperkuat pondasinya karena tingginya bangunan pondasi itu ditentukan oleh kekuatan pondasinya. Amal shalih merupakan cerminan dari bangunan dan keimananlah sebagai pondasinya. Tentu seorang yang bijaksana akan memperhatikan secara khusus pada pondasinya dan berusaha untuk memantapkannya akan tetapi orang yang bodoh akan berusaha untuk meninggikan bangunannya maka tidak berapa lama bangunannya pasti akan runtuh. Dengan tauhid maka akan menimbulkan keyakinan seorang hamba akan melaksanakan syariat ini dengan sungguh-sungguh dia tidak akan goyah dari hembusan –hembusan orang disekitarnya yang akan melencengkan dia dari jalan yang lurus. Akan tetapi sungguh telah banyak manusia yang melalaikannya bahkan dari orang-orang yang ditokohkan banyak yang mengatakan untuk memajukan umat ini kita harus memperhatikan permasalahan ekonomi teknologi dan social serta politik agar tidak tertinggal dari peradaban barat yang sangat maju dah hanya permasalahan inilah yang menjadi titik tumpu bagi kemajuan bangsa-bangsa barat. Perintah tauhid juga berlaku bagi para pemimpin-pemimpin, Allah berfirman : Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman lagi beramal shaleh diantara kalian untuk menjadikan mereka pemimpin-pemimpin di bumi ini sebagaimana Allah telah menjadikan mereka pemimpin-pemimpin dan sungguh Allah akan menetapkan agama yang diridhoi-Nya untuk mereka dan sungguh Allah akan menggantikan rasa takut menjadi rasa aman bagi mereka. Yang demikian itu akan didapatkan apabila kalian menyembah-Ku dan tidak berbuat syirik dengan sesuatu apapun. Artinya bahwa akan tercapainya kepemimpinan di muka bumi ketetapan agama dan ketenangan hidup adalah dengan mengamalkan tauhid yaitu hanya beribadah kepada-Nya. Ini adalah janji Allah yang Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya. Akan tetapi apabila kita akan melakukan hal menyembah selain Allah maka termasuk orang-orang yang fasik dan syirik. Timbulnya syirik menurut para Sosiolog menyatakan bahwa bahwa faktor pertama kecenderungan syirik dan keyakinan pada banyaknya tuhan adalah ketika seseorang melihat beragamnya realitas-realitas di langit dan bumi. Dari itulah mereka berkeyakinan bahwa setiap bagian realitas tunduk di bawah pengaturan Tuhan tertentu. Sebagian dari mereka percaya bahwa seluruh kebaikan bersumber dari Tuhan kebaikan, dan seluruh keburukan berasal dari Tuhan keburukan. Berangkat dari sinilah mereka yakin bahwa alam semesta ini memiliki dua sumber wujud dan pencipta. Demikian pula pengamatan mereka terhadap pengaruh sinar matahari, bulan dan bintang-bintang terhadap realitas bumi, sehingga mereka—dari satu sisi—memandang bahwa benda-benda tersebut memiliki suatu bentuk pengaturan terhadap apa yang ada di bumi. Dari sisi lain, kecondongan manusia untuk menyembah sembahan yang dapat diindra mendorong mereka untuk membuat berbagai lambang dan simbol bagi tuhan-tuhan yang mereka anggap untuk kemudian mereka sembah. Lambang itu lambat laun mendarah daging di hati orang-orang yang pikirannya lemah. Selanjutnya, setiap bangsa bahkan suku membuat ritual keagamaan tertentu—sesuai dengan anggapan mereka—untuk menyembah lambang tersebut. Dengan cara itulah mereka dapat memenuhi desakan fitrah (menyembah Allah) dari dalam diri mereka. Lebih dari itu, mereka pun memenuhi tuntutan-tuntutan hewani dan hawa nafsunya dalam bentuk kesucian agama. Sebagian dari ritual-ritual keagamaan tersebut masih berlanjut hingga sekarang, yang disertai dengan berbagai macam tarian, nyanyian, minum khamar, hubungan seks dan perilaku hewani lainnya yang semuanya mewarnai suasana ritual keagamaan para penyembah lambang tersebut. Di samping itu semua, adanya tujuan para penguasa zalim, congkak dan tamak, yang sengaja ingin memanfaatkan keyakinan dan pemikiran masyarakat awam demi memenuhi ambisi busuk mereka, mengokohkan dan memperluas daerah kekuasaan mereka. Untuk tujuan itulah mereka menebarkan keyakinan-keyakinan syirik, menurunkan pengaturan alam di bawah kuasa mereka, dan menjadikan raja-raja yang zalim sembahan dan bagian dari upacara keagamaan. Kenyataan ini tampak begitu jelas pada raja-raja dan sultan-sultan di Cina, India, Iran, Mesir dan negeri-negeri yang lain. Dengan demikian, keyakinan-keyakinan dan dasar-dasar syirik itu sudah tumbuh di tengah umat manusia karena faktor yang beragam. Lalu, keyakinan-keyakinan itu tersebar luas sehingga menjadi kendala bagi proses kesempurnaan hakiki umat manusia; proses yang hanya dapat dicapai melalui ajaran Ilahi dan Tauhid. Maka itu, para nabi mengerahkan sebagian besar tenaganya untuk memberantas syirik, sebagaimana konfrontasi antara hak dan batil ini banyak disinggung oleh Al-Qur’an. Salah satu contoh adalah seorang petani dengan hasil pertaniannya tiap kali panen selalu hasilnya melimpah, yang mengatakan bahwa karena memakai pupuk yang unggul. Maka hasilnya melimpah. Artinya bahwa petani lebih percaya kepada pupuk tersebut dibandingkan kepada Allah, kita tahu bersama Allah lah yang mengatur itu semua. Masyarakat kita cenderung percaya kepada paranormal, ramalan bintang, angka keberuntungan yang realitanya terbukti kebenarannya. Padahal yang harus kita yakini dan percaya hanya kepada Allah. Bukankah segala garis hidup manusia telah ditentukan. Percaya kepada selain Allah yang dapat mendatangkan keuntungan baik berupa benda, perkataan, mahluk hidup adalah syirik itu adalah dosa besar yang tidak akan diampuni. Apalagi di Indonesia terdapat banyak nya tempat-tempat yang dianggap dilakukan nya berbuat syirik (percaya kepada mitos-mitos yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya). Salah satu contoh adalah wisata rohani ke tempat para wali, banyak terdapat air keramat dimana kalau kita meminum atau bermandi disitu akan mendapatkan berkah. Hal ini sangatlah tidak masuk logika, yang harus dilakukan adalah hanya memohon kepada Allah, ada Firman Allah yang menyatakan bahwa “Berdoalah kepada-Ku niscaya aku kabulkan” Dalam surat Al Ikhlas ayat 1-4 : (1) Katakanlah Muhammad, Dialah Allah yang Maha Esa, (2) Allah tempat meminta segala sesuatu, (3) Allah tidak beranak dan diperanakan, (4) Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan dia. Artinya tidak dapat diragukan kembali adanya keberadaan Allah yang Maha Esa. Terlebih adanya sifat-sifat Allah berupa sifat Nafsiyah bahwa Allah itu ada, sifat-sifat Salbiyah dan sifat-sifat Allah 99. Artinya Tidak ada yang dapat mensejajarkan kedudukan Allah dengan yang lain, Allah berdiri sendiri, sehingga hanya Allah lah yang patut disembah.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN

Bahwa pengamalan Tauhid sangatlah penting, ini dikarenakan menyangkut ke-esaan Tuhan. Hubungan antara manusia dengan Tuhannya, Hal ini terlihat dalam pengakuan manusia dalam kalimat syahadatain, juga Firman Allah yang menyatakan bahwa aku ciptakan Jin dan Manusia, hanya untuk beribadah kepada-Ku. Syahadatain sebagai rukun Islam yang pertama dan merupakan pondasi bagi berdirinya suatu bangunan, apabila pondasinya rapuh, maka bangunan nya pun akan roboh. Begitu juga shalat sebagai tembok dari suatu bangunan tersebut. Namun dalam pelaksanaannya terdapat adanya penyembahan / percaya selain Allah, baik kepada benda mati maupun hidup, manusia, dewa-dewa, ramalan ahli nujum. Hal tersebut merupakan syirik dan fasiq, yang merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah Swt. Hanya azab Allah lah yang dapat menyadarkan manusia dari kekhilafannya. Jalan yang benar adalah memohon dan menyembah hanya kepada Allah, karena Allah sang Khaliq, memiliki seluruh apa yang ada di langit maupun di bumi. Dalam surat Al Ikhlas ayat 1-4 : (1) Katakanlah Muhammad, Dialah Allah yang Maha Esa, (2) Allah tempat meminta segala sesuatu, (3) Allah tidak beranak dan diperanakan, (4) Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan dia. Artinya tidak dapat diragukan kembali adanya keberadaan Allah yang Maha Esa. Maka dari itu kita harus meyakini dengan sepenuh hati adanya Tauhid, tidak hanya mengetahui, diucapkan dalam dua kalimat syahadat, namun benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pengamalan merupakan pembuktian bahwa kita mengikuti ajaran syari’at Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Abu, Salim Noor.2004. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara

Daud Ali, Muhammad.1998. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Raja Grafindo Persada

Munir A, Sudarsono.2001. Dasar-dasar Agama Islam. Jakarta:Rineka Cipta

http:id.wikipedia.org/wiki/Tauhid/

http://id.islamiclopedia.org/wiki/Tauhid

http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/12/08macam-macam -tauhid/

Persepsi tahun baru yang perlu diluruskan

Tinggalkan komentar

Bulan Desember identik dengan akhir tahun, natal, tahun baru Masehi. Banyak yang merayakan tahun baru Masehi sebagai ajang pesta pora, kumpul bersama teman-teman, menantikan pergantian tahun hanya untuk meniup sebuah terompet. Indonesia sebagai mayoritas penduduk beragama Islam, memperingati tahun baru Masehi tersebut dengan sangat meriah. Sejenak melupakan aktifitas, memperingati tahun baru, namun esok hari masalah yang kita pending akan dating menghampiri. Ironis, bahwa tahun baru Hijriah milik agama Islam, tidak diperingati oleh seluruh umat Islam, hanya sebagai angin lalu. Pengenalan tahun baru Hijriah di masyarakat sangatlah parah, coba tanya pada diri kita apakah kita hapal bulan-bulan di Tahun Hijriah ? mungkin yang kita hapal melekat di benak kita hanyalah Ramadhan-Syawal. Memang Negara kita memutuskan Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia, karena faktor Negara kita bukan Negara Islam, tapi Negara sekuler.
Tahun Baru Masehi merupakan tahun yang diluncurkan oleh orang Nasrani. Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januri 45 SM (Sebelum Masehi) Julius Caesar memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM, penanggalan dibuat dengan berpusat pada heliosentris, artinya mengikuti peredaran matahari, berbeda dengan kalender Hijriah yang berdasarkan pada peredaran bulan. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.
Hal ini dimanfaatkan oleh seorang pendeta Nasranii yaitu Dionisius, bahwa system penanggalan ini pada tahun kelahiran Yesus KristusDi jaman Romawi, pesta tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua, tapi merupakan Dewa pintu dan semua permulaan. Jadi mukanya dua. Artinya dewa yang memegang awal dan akhir (awal tahun-akhir tahun). Penghormatan ini Seiring muncul dan berkembangnya agama Nasrani, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai satu perayaan “suci” satu paket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalau ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu: Merry Christmas and Happy New Year. Dengan demikian, apakah seorang muslim boleh memperingati tahun baru Masehi ? Hal itu sudah membudaya di masyarakat, perlu diubah persepsi masyarakat mengenai hakikat pergantian tahun.
Rasullulah bersabda Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Imam Ahmad). Artinya apabila kita memperingati tahun baru Masehi berarti kita telah melegetimasi eksistensi Nasrani. Lebih baik kita merenung diri terhadap kehidupan kita satu tahun ini. Namun semuanya kembali pada diri kita bagaimana menyikapinya. Berikan komentar/tanggapan mengenai permasalahan ini. (Asep Maulana Yusup, danalampahkng@yahoo.co.id)

CURRICULUM VITAE (CV)

Tinggalkan komentar

I. DATA PRIBADI
Nama : Asep Maulana Yusup
Tempat/Tgl Lahir : Kuningan, 17 Oktober 1989
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Kewarganegaraan : WNI
Berat badan : 60 Kg
Tinggi Badan : 168 CM
Golongan darah : O
Hoby : Bermain Futsal, membaca buku-buku yang berkaitan dengan Sejarah
Cita-cita : Guru, Dosen.
Alamat Rumah : Dusun Manis RT 01/02 No 8 Desa Danalampah Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan 45557 Prov. Jawa Barat

Alamat Kost : Jln. H. TEN IV RT 006/003 No 62 Rawamangun Kec. Pulogadung Jakarta Timur 13220

Email : danalampahkng@yahoo.co.id

NO HP:  085224541962

II. RIWAYAT PENDIDIKAN
TK Budi Mekar (1994-1995)
SD Negeri Danalampah (1995-2001)
SMP Negeri 2 Pancalang (2001-2004)
SMA Negeri 1 Cilimus (2004-2007)
Jurusan Pendidikan Sejarah (S1), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Jakarta (2007-Sekarang)
III. PELATIHAN
1. Seminar “Mengenang 100 tahun Sutan Syahrir” (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata)
2. Seminar “Memperingati Kebangkitan Nasional (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata)
IV. PENGALAMAN ORGANISASI
1. Staf Ikatan Remaja Masjid Al Istiqomah Desa Danalampah
2. Ketua Sekbid I OSIS SMP Negeri 2 Pancalang
3. Staf Karang Taruna Desa Danalampah
4. Ketua Ikatan Remaja Masjid Al Istiqomah Desa Danalampah
5. Ketua Pelaksana GEMA Ramadhan BEM Jurusan Sejarah
6. Kepala Divisi Kerohanian BEM Jurusan Sejarah

Older Entries